Tadi siang setelah urusan administrasi selesai, saya mencoba untuk mencari tempat untuk me-laptop dengan nyaman, karena dengan beberapa hari ini bosan bekerja dikostan terus. Jadi saya menuju Kedai Kopi Mata Angin yang di Jl.Bengawan. Saya meng-angkot dengan angkot margahayu – ledeng. Tidak lama angkot itu jalan, ada 5 anak laki-laki berseragam SMP yang naik ke angkot yang sama. Posisi saya duduk dipaling pojok sehingga 5 anak SMP ini seolah-olah mengitari saya dan mulailah percakapn diantara mereka.
Anak SMP dengan lesung pipi dan mengulum lolipop: “eh mana yang lebih enak, Mati di bunuh? Atau Mati kepanasan?”
Anak SMP dengan mata katarak dan terbiasa mengumpat kata ‘anjing’: “hmm Mati Kepanasan”
Anak SMP dengan lesung pipi dan mengulum lolipop: “ya engga atuh, mati di bunuh”
Anak SMP dengan mata katarak dan terbiasa mengumpat kata ‘anjing’: “kenapa?”
Anak SMP dengan lesung pipi dan mengulum lolipop: “ya karena kalau mati kepanasan perlahan-lahan, kalau dibunuh kan langsung mati. Sekarang mending mana Mati tenggelam atau Mati kepanasan?”
Mulailah teman2 yang lain nimbrung. Meski mereka tidak menjawab pasti, karena intinya kedua pilihan tersebut mati perlahan, maka ada salah satu anak SMP yang pipi gembil melontarkan pilihan lain: “Mending mana Mati tenggelam atau mati ditembak?”
Anak SMP yang gigi gingsul: “Mati tenggelam”
Anak SMP yang pipi gembil: “Ya mati ditembak atuh, mati tenggelam mah pelan-pelan, sesek nafas dulu, kemasukan air dulu, terus baru mati”
Anak SMP yang gigi gingsul: “Emang kamu udah ngerasain tenggelam?”
Anak SMP yang pipi gembil: “Belum, kamu?”
Anak SMP yang gigi gingsul: “Yeee, kok tau?”
Anak SMP yang pipi gembil: “ya tau, atau kamu coba aja gimana? Pokoknya lebih mending mati ditembak langsung mati”
Andai saya ikut dalam perbincangan itu saya akan banyak bertanya:
“Mati dibunuhnya gimana? Kalau disiksa artinya tetap perlahan-lahan”
“Mati ditembak, kalau ditembak langsung ke jantung, kalau engga?”
Percakapan konyol tapi yang menarik adalah apa yang menyebabkan mereka berpikiran seperti itu ya?
Posted with WordPress for BlackBerry.
